Jumat, 02 November 2012

MAKALAH MATA KULIAH ENTOMOLOGI lepidoptera


MAKALAH  MATA KULIAH ENTOMOLOGI
ORDO LEPIDOPTERA
 








Disusun Oleh:
Azizah Zainab Hamdi
Eka Putri Rahmi Fadillah
Eko
Mujiati
Ratna
Sri Lestari
Tiara
Tika Arianti Ningrum
Vera Arianti

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
2012






KATA PENGANTAR

Untaian syukur kepada Allah Swt, senantiasa terpanjatkan atas ragam nikmat yang telah dan senantiasa tercurah dalam dimensi kehidupan ini. Nikmat sehat, iman, dan ilmu adalah nikmat tak terkira dari Allah dan merupakan kekuatan maupun motivasi tersendiri bagi penulis dalam menyelesaikan tugas salah satu mata kuliah Entomologi. Makalah ini memberikan gambaran mengenai Ordo Lepidoptera dan hal – hal terkait organisme tersebut.
Penulis berharap makalah  ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan manfaat bagi kita semua. Akhir kata, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan tugas atau makalah ini, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun tetap penulis nantikan demi kesempurnaan makalah ini dan makalah atau tugas-tugas selanjutnya.


Samarinda, 8 Oktober 2012



                                                                                                   Penyusun











DAFTAR ISI






























BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Serangga atau yang biasa dikenal dengan sebutan insekta merupakan kelas yang paling dominan dan beragam di permukaan bumi. Dalam kehidupan dan interaksinya dengan makhluk hidup lain, khususnya manusia, serangga memiliki peranan baik yang menguntungkan maupun peranan merugikan. Beberapa serangga berperan dalam membantu proses penyerbukan tanaman, berperan sebagai sumber makanan bagi organisme lain, dan sebagainya. Disisi lain, beberapa jenis serangga turut menyebabkan kerugian, antara lain sebagai hama, sebagai parasit, maupun sebagai vektor penyakit.
Salah satu ordo dalam kelas insekta yang juga memiliki keunikan dan peranan penting dalam kehidupan adalah ordo Lepidoptera. Ordo Lepidoptera merupakan serangga yang termasuk dalam kelompok Holometabolous, yaitu serangga yang memiliki empat tahapan siklus hidup. Seperti halnya organisme lain, Lepidoptera juga memiliki sistem organ yang menunjang kehidupannya, yang kesemua itu tercakup dalam karakterisik maupun keunikan dari Ordo Lepidoptera. Selain itu, hal penting lainnya dalam Ordo Lepidoptera ialah, secara ekologi  organisme ini berperan dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem dan memperkaya keragaman hayati.

B.     RumusanMasalah
1.      apa yang dimaksuddariordo lepidoptera danapasajacontohnya?
2.      bagaimanaciri-ciridariordolepidoptera ?
3.      apasaja famili yang termasukdalamordolepidoptera ?
4.      bagaimanasiklushidupdansistem organ dari lepidoptera?
5.      bagaimanaperanordo lepidoptera dalamkehidupan ?
C.     Tujuan
1.      Mendeskripsikankarakteristikdariordo Lepidoptera
2.      Mengetahuiciri-ciridariordo Lepidoptera
3.      Mengetahuiberbagaijenis family dariordo Lepidoptera
4.      Mendeskripsikansiklushidupdansistem organ dariordo Lepidoptera
5.      Mendeskripsikanperanordo Lepidopteradalam kehidupan.

D.    Manfaat
Agar parapembacalebihmengertiakanordo Lepidoptera ini. Dimanaordoinimemilikisiklushidup yangsempurnadibandingkandenganserangga-seranggalainnya.Agar pembacamengetahuiperanordo Lepidoptera inipadakehidupansekitar.




















BAB II
PEMBAHASAN


A.           Deskripsi Umum Lepidoptera
v  Definisi
Lepidoptera artinya adalah "scaled wings" atau "bersayap sisik" (lepis, sisik dan pteron, sayap). Sisik-sisik ini yang nantinya akan membuat sayap kupu-kupu mempunyai warna yang cerah.

v  Anatomi


Kupu-kupu merupakan serangga yang masuk dalam ordo Lepidoptera. Kebanyakan kupu-kupu mempunyai struktur tubuh atau anatomi yang sama. Tubuh kupu-kupu dewasa terdiri dari 3 bagian , kepala (head), dada (thorax) dan perut (abdomen).
Kepala (Head) – kepala adalah bagian dari serangga yang berisi otak, 2 mata kompon, probosis dan faring (tenggorokan, dimana merupakan awal dari sistem pencernaaan), dan 2 antena yang terpasang di kepala. 
Antena (Antennea) – antena adalah alat sensor yang terdapat di kepala serangga dewasa.  Antena ini digunakan untuk mencium dan keseimbangan. Kupu-kupu mempunyai 2 antena dengan ujung yang sedikit membulat yang disebut sebagai antennal club.
Mata kompon (Compound Eye) – mata kompon kupu-kupu terdiri dari banyak lensa hexagonal seperti halnya pada mata kompon serangga lainnya. Kupu-kupu hanya dapat melihat warna merah, hijau dan kuning saja.
Probosis (Proboscis) – kupu-kupu dewasa menghisap nektar bunga dan cairan lainnya dengan menggunakan probosis atau mulut penghisap yang seperti sedotan spiral. Ketika tidak digunakan, probosis ini akan digulung melingkar seperti selang air.
Palp labial (Labial palps) – palp labial membantu kupu-kupu untuk menentukan apakah sesuatu itu merupakan makanan atau bukan.
Dada (Thorax) – dada adalah bagian diantara kepala (head) dan perut (abdomen) dimana kaki dan sayap terpasang.
Sayap depan (Forewing) - fore wing adalah sepasang sayap yang berada paling atas.
Sayap belakang (Hindwing) - hind wing adalah sepasang sayap yang berada paling bawah.
Kaki (Legs) – kupu-kupu mempunyai sepasang kaki pendek yang berada di depan, dan 2 pasang kaki yang lebih panjang di belakangnya. Kaki, terutama sepasang yang ditengah, dilengkapi dengan sensor penciuman yang membuat kupu-kupu dapat "merasakan" kandungan kimia pada tempatnya hinggap.
Perut (Abdomen) – perut merupakan bagian ekor serangga yang mempunyai segmentasi yang memiliki organ vital seperti jantung, tubulus atau pembuluh Malphigi untuk alat ekresi (pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya), organ reproduksi dan sebagian besar sistem pencernaan.

B.            Ciri-Ciri Morfologi Lepidoptera
·         Lepidoptera berasal dari bahasa Latin yang artinya sayap bersisik
·         Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama namun beberapa diantaranya ada yang predator.
·         Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar.
·         Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni.
·         Termasuk Endopterygota
·         Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit.
·         Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna.
·         Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola)
·         Metamorfosisnya melalui stadia : telur - larva - kepompong - Imago (dewasa)
·         Larva bertipe polipoda, memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal, sedang pupanya bertipe obtekta.


C.           Siklus Hidup Lepidoptera
Banyak yang percaya bahwa kupu-kupu memiliki umur yang sangat singkat. Sebenarnya, kupu-kupu dewasa mampu hidup selama seminggu maupun hampir setahun tergantung pada spesiesnya. Kebanyakan spesies melalui tingkat larva yang agak lama, dan ada yang mampu menjadi dorman ketika dalam tingkat pupa atau telur agar dapat mengarungi musim dingin.
Kupu-kupu bisa bertelur sekali atau banyak kali setiap tahun. Jumlah keturunan setahun berbeda pada pengaruh iklim, yang mana kupu-kupu yang tinggal di daerah tropis mampu bertelur lebih sekali dalam setahun.

Telur

Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e8/Ariadne_merione_egg_sec.jpg/220px-Ariadne_merione_egg_sec.jpg
Telur kupu-kupu dilindungi oleh kulit berabung keras yang disebut khorion ditutupi dengan lapisan anti lilin yang melindungi telur dari terjemur sebelum larva sempatberkembang sepenuhnya. Setiap telur memiliki pori-pori berbentuk corong yang halus di satu ujungnya, yaitu mikropilyang bertujuan memungkinkan masuknya sperma untuk bergabung dengan sel telur. Lain spesies lain ukuran telurnya, namun semua telur kupu-kupu berbentuk bola maupun ovat.
Telur kupu-kupu dilekatkan pada daun dengan bahan perekat khusus yang cepat mengeras. Bila mengeras, bahan itu berkontraksi dan membengkokkan bentuk telur. Perekat ini mudah dilihat membentuk bahan meniskus yang mengelilingi tapak setiap telur. Perekat ini jugalah yang diproduksi oleh pupa untuk mengikat seta-seta kremaster. Perekat ini sungguh keras sampai lapik sutra yang melekatkan seta-seta tidak bisa dipisahkan.
Telur kupu-kupu selalu diletakkan pada tumbuhan. Setiap spesies kupu-kupu memiliki rentang tumbuhan perumah yang sendiri, baik yang hanya satu spesies maupun berbagai spesies. Tingkat telur dilalui selama beberapa minggu untuk kebanyakan kupu-kupu, tetapi telur yang keluar tidak lama sebelum musim dingin, terutama di daerah beriklim sedang, harus melalui tingkat diapaus (istirahat) dan hanya menetas di musim semi. Ada spesies kupu-kupu yang lain yang bisa bertelur pada musim semi agar telur dapat menetas pada musim panas.

Ulat
Larva kupu-kupu, yaitu ulat, memakan daun tumbuhan dan menghabiskan seluruh waktunya sebagai beluncas untuk mencari makanan. Kebanyakan beluncas adalah maun, tetapi ada beberapa spesies seperti Spalgis epius dan Liphyra brassolis yang memakan serangga.
Beberapa larva, terutama yang tergolong dalam Lycaenidae, menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan semut. Beluncas berhubungan dengan semut dengan menggunakan getaran yang dipancarkan melalui substrat di samping merembeskan sinyal kimia.Semut sedikit banyak melindungi larva ini; sebagai balasan, larva menolong semut mengumpulkan rembesan madu.
Beluncas membesar melalui serantaian tingkat yang disebut instar. Menjelang akhir setiap instar, larva menjalani proses yang disebut apolisis, yang mana kulit ari, yaitu lapisan luar keras yang terbuat dari campuran kitin dan protein-protein khusus, dikeluarkan dari epidermis yang lembut di bawahnya, maka epidermis membentuk kulit ari yang baru di bawah. Di akhir setiap instar, larva itu bersalin kulit lamanya, maka kulit baru berkembang lalu mengeras dan menghasilkan pigmen dengan cepat.[6]Proses menyalin kulit ini bisa memakan waktu berhari-hari. Corak kepak kupu-kupu mulai berkembang pada tubuh beluncas menjelang instar yang terakhir.
Ulat kupu-kupu memiliki tiga pasang kaki tetap pada segmen toraks dan tidak lebih enam pasang prokaki yang tumbuh pada segmen abdomen. Pada prokaki ini ada gegelang kait halus yaitu krusye yang membantu beluncas menggenggam substrat.
Beberapa ulat bisa menggembungkan sesebahagian kepalanya supaya mirip ular sebagai langkah pertahanan. Ada juga yang dilengkapi dengan mata palsu agar lebih efisien. Beberapa beluncas memiliki struktur khusus bergelar osmeterium yang dibokongkan untuk merembeskan bahan kimia yang busuk pada tujuan pertahanan juga.
Tumbuhan perumah sering mengandung bahan beracun di dalamnya yang dapat dipisahkan oleh beluncas untuk disimpan sampai tingkat dewasa agar tidak sedap dimakan burung dan predator-predator yang sejenisnya. Ketidaksedapan ini diperlihatkan dengan warna-warna peringatan merah, jingga, hitam atau putih, dalam kebiasaan yang dikenal sebagai aposematisme. Bahan-bahan beracun dalam tumbuhan sering dikembangkan khusus untuk melindungi tumbuhan dari dimakan oleh serangga. Namun, serangga berhasil mengembangkan langkah balas atau memanfaatkan toksin-toksin ini untuk kemandirian dirinya. "Perlombaan senjata" ini telah memicu evolusi bersama sesama serangga dan tumbuhan perumahnya.
Kebanyakan ulat tubular, tubuh tersegmentasi. Mereka memiliki tiga pasang kaki sejati pada tiga segmen dada, hingga empat pasang proleg pada segmen tengah perut , dan seringkali satu pasang proleg pada segmen perut terakhir. Ada sepuluh segmen perut. Keluarga Lepidoptera berbeda dalam jumlah dan posisi dari proleg. Beberapa ulat yang fuzzy (yang berarti mereka memiliki rambut), dan mereka yang paling mungkin menyebabkan gatal-gatal tangan jika tersentuh.
Ulat tumbuh melalui serangkaian moults ; setiap tahap peralihan disebut instar . The rontok terakhir membawa mereka ke dalam pupa tidak aktif atau tahap kepompong.
Seperti semua serangga, ulat bernapas melalui serangkaian bukaan kecil di sepanjang sisi dada dan perut yang disebut spirakel . Cabang ini ke dalam rongga tubuh ke jaringan tracheae. Sebuah ulat beberapa keluarga Pyralidae adalah air dan memiliki insang yang membiarkan mereka bernapas di bawah air.
Ulat memiliki sekitar 4.000 otot (dibandingkan dengan manusia, dengan 629). Ulat rata-rata memiliki 248 otot di segmen kepala sendiri.
Ulat bergerak dengan meluncur organ internal mereka maju menggunakan kontraksi otot-otot, yang memanjang pertama torso dan kemudian kontrak seperti Slinky. Mereka adalah salah satu-satunya organisme diketahui bahwa menggunakan metode bergerak. Cara lain untuk menjelaskan proses ini adalah:-pertama, tubuh-nanti

PENGLIHATAN
Ulat tidak punya visi yang baik. Mereka memiliki serangkaian enam mata ikan kecil atau ' stemmata 'di setiap sisi bagian bawah kepala mereka. Ini mungkin dapat membentuk baik fokus, tapi buruk terselesaikan gambar.Mereka bergerak kepala mereka dari sisi ke sisi mungkin sebagai alat menilai jarak benda, khususnya tanaman. Mereka mengandalkan pendek mereka antena untuk membantu mereka menemukan makanan.
Beberapa ulat yang mampu mendeteksi getaran, biasanya pada frekuensi tertentu. Ulat dari umum -ujung ngengat hook , Drepana arcuata (Drepanoidea) menghasilkan suara untuk mempertahankan sarang sutra mereka dari anggota spesies mereka sendiri,oleh gesekan terhadap daun dalam duel akustik ritual. Mereka mendeteksi getaran yang dilakukan oleh pabrik dan tidak bunyi di udara. Demikian pula, rol daun ceri serotinella Caloptilia gulungan membela mereka.Tenda ulat juga dapat mendeteksi getaran pada frekuensi beats sayap dari salah satu musuh alami mereka.



KLASIFIKASI
Para geometrids , juga dikenal sebagai inchworms atau Loopers, yang dinamakan demikian karena cara mereka bergerak, muncul untuk mengukur bumi (yang geometrid kata-alat ukur berarti bumi dalam bahasa Yunani ), alasan utama untuk ini penggerak yang tidak biasa adalah penghapusan hampir semua yang proleg kecuali clasper pada segmen terminal.
Ulat memiliki tubuh lunak yang dapat tumbuh dengan cepat antara moults. Hanya kapsul kepala mengeras. Dalam ulat, yang rahang yang tangguh dan tajam untuk mengunyah daun, pada orang dewasa yang paling Lepidoptera, yang rahang sangat dikurangi, atau lembut. Di balik rahang dari ulat adalah pemintal , untuk memanipulasi sutra.
Beberapa larva dari Hymenoptera (semut, lebah dan tawon) agar dapat muncul seperti ulat Lepidoptera tersebut. Ini terutama terlihat pada Sawfly keluarga dan sementara larva dangkal menyerupai ulat, mereka dapat dibedakan dengan adanya proleg pada setiap segmen perut. Perbedaan lain adalah bahwa ulat Lepidopteran telah crochets atau kait pada proleg sementara ini tidak hadir pada larva sawfly. Juga di ulat Lepidopteran adalah terbalik Y berbentuk jahit di bagian depan kepala. Larva sawflies berbeda pula dalam memiliki menonjol ocelli pada kapsul kepala.


SELF DEFENSE
Banyak hewan memakan ulat karena mereka kaya akan protein, merugikan, ulat telah berevolusi berbagai sarana pertahanan. Munculnya ulat sering dapat mengusir predator, tanda-tanda dan bagian tubuh tertentu dapat membuatnya tampak beracun, berukuran lebih besar sehingga mengancam, atau non-dimakan. Beberapa jenis ulat memang beracun, dan mampu menembak asam
Beberapa ulat telah lama "cambuk-seperti" organ yang melekat pada ujung tubuh mereka. ulat tersebut menggoyangkan organ untuk menakut-nakuti diri lalat.
Ulat telah berevolusi pertahanan terhadap kondisi fisik seperti kondisi lingkungan dingin, panas atau kering. Beberapa spesies Arktik seperti groenlandica Gynaephora telah berjemur khusus dan perilaku agregasi,selain dari adaptasi fisiologis untuk tetap dalam keadaan tidak aktif.

PENAMPILAN
Banyak ulat samar berwarna dan menyerupai tanaman yang mereka makan dan bahkan mungkin memiliki bagian-bagian yang meniru bagian-bagian tanaman seperti duri. Ukuran mereka bervariasi dari sesedikit 1 mm sampai sekitar 3 inci. Beberapa terlihat seperti benda-benda di lingkungan seperti kotoran burung. Banyak pakan tertutup di dalam galeri sutra, daun digulung atau oleh pertambangan antara permukaan daun. Ulat dari arizonaria Nemoria yang tumbuh dalam pakan musim semi pada dedaunan ek dan muncul hijau. Para mengeram musim panas muncul seperti ranting kayu ek. Pengembangan diferensial dihubungkan dengan isi tanin dalam makanan.
Lebih agresif membela diri tindakan dilakukan oleh ulat. Ulat ini telah berduri seperti bulu atau rambut panjang halus setae dengan tips dilepas yang akan mengganggu oleh penginapan di kulit atau selaput lendir. Beberapa burung, seperti Kedasih , akan menelan bahkan hairiest ulat. Pertahanan yang agresif kebanyakan bulu terkait dengan racun kelenjar, yang disebut urticating rambut , sebuah racun di antara defensif bahan kimia yang paling ampuh dalam setiap hewan diproduksi oleh Amerika Selatan ngengat sutra genus Lonomia . Ini adalah antikoagulan cukup kuat untuk menyebabkan manusia untuk perdarahan sampai mati (Lihat Lonomiasis ). Bahan kimia ini sedang diselidiki untuk aplikasi medis potensial. rambut Sebagian besar urticating berkisar efek dari iritasi ringan sampai dermatitis .
Tanaman telah berevolusi racun untuk melindungi diri dari herbivora dan beberapa ulat telah berevolusi penanggulangan dan memakan daun tanaman ini beracun. Selain menjadi tidak terpengaruh oleh racun, mereka menyita dalam tubuh mereka, membuat mereka sangat beracun untuk predator. Zat kimia ini juga dibawa masuk ke tahap dewasa. Spesies ini beracun, seperti ngengat Cinnabar (Tyria jacobaeae) dan raja ( Danaus plexippus ) ulat, biasanya mengiklankan diri dengan cerah atau bergaris-garis berwarna hitam, merah dan kuning-warna bahaya (lihat aposematism ). Setiap predator yang mencoba makan ulat dengan mekanisme pertahanan agresif akan belajar dan menghindari upaya masa depan
Beberapa ulat memuntahkan cairan pencernaan asam pada musuh menyerang. Banyak papilionid larva menghasilkan bau tidak sedap dari kelenjar extrudable disebut osmeteria .
Ulat dapat menghindari predator dengan menggunakan garis sutra dan dropping off dari cabang saat terganggu.
Beberapa ulat mendapatkan perlindungan dengan mengaitkan diri dengan semut . Para Lycaenid kupu-kupu sangat terkenal untuk ini. Mereka berkomunikasi dengan semut pelindung mereka dengan getaran serta sarana kimia dan biasanya memberikan imbalan makanan.

Beberapa ulat yang suka berteman , agregasi besar dipercaya dapat membantu dalam mengurangi tingkat parasitisasi dan pemangsaan. Cluster memperkuat sinyal pewarnaan aposematic, dan individu dapat berpartisipasi dalam kelompok atau menampilkan regurgitasi.

Pupa (Kepompong)
Ulat kemudian akan membentuk sebuah cangkang kecil yang biasa kita sebut dengan kepompong. Kepompong dapat dibuat oleh ulat dari dua buah daun yang dibungkus benang sutra atau kepompong yang sepenuhnya dibuat dari benang sutra. Di dalam pupa atau kepompong ini, ulat lalu akan memulai proses yang menakjubkan untuk berubah menjadi kupu-kupu dewasa. Tahap ini rata-rata akan berlangsung selama dua belas hari.

Pada tahap ini, ulat mulai melepaskan enzim yang akan mencerna hampir semua bagian tubuhnya sendiri. Sehingga, yang tersisa di dalam kepompong hanya berupa semacam cairan yang sangat kaya akan nutrisi yang berguna untuk perkembangan menjadi kupu-kupu. Pada tahap kehidupan ini, ada beberapa fakta menarik yang berhasil diketahui melalui penelitian yang dilakukan di Georgetown University.Penelitian tersebut menemukan bahwa kupu-kupu masih memiliki setidaknya beberapa dari ingatan yang mereka miliki ketika mereka masih berwujud ulat.

Entah bagaimana, neuron yang menyimpan memori ulat dapat berhasil selamat dari proses pencernaan enzim yang mencerna hampir seluruh tubuh ulat. Selain itu, bagaimana neuron ini selanjutnya dimasukkan ke dalam otak kupu-kupu yang berukuran lebih besar dan lebih kompleks dibanding otak ulat masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Selain neuron, ada juga bagian tubuh ulat lainnya yang berhasil selamat dari proses "penghancuran diri" yang dilakukan oleh ulat, yaitu beberapa sel embrio khusus yang dimilikinya.

Sel embrio ini sudah ada sejak awal kehidupan ulat, tetapi mereka akan berhenti tumbuh pada titik tertentu dalam perkembangan ulat dan hanya mulai tubuh lagi bila telah waktunya bagi ulat untuk berubah menjadi kupu-kupu. Setelah waktu tersebut tiba, sel embrio akan menggunakan nutrisi yang berasal dari bagian tubuh ulat yang dicerna dan kemudian membentuk bagian-bagian dari tubuh kupu-kupu. Sel embrio ini juga terdiri dari beberapa jenis yang berbeda, dan sel embrio yang berbeda akan membentuk jaringan tubuh yang berbeda pula. Sebagai contoh, ada sel embrio yang akan membentuk kaki, antena, sayap, organ kupu-kupu dan lain-lain.

Proses metamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu ini membutuhkan jumlah energi yang sangat besar. Hal ini dibuktikan oleh fakta bahwa berat kupu-kupu dewasa ketika pertama kali muncul hanya sekitar setengah dari berat waktu sekitar 3 hari setelah kepompong terbentuk.



Kupu-Kupu
Setelah proses metamorfosis selesai, kupu-kupu akan menggunakan cairan khusus yang diformulasikan untuk melunakkan kepompong. Kepompong yang melunak akan terlihat transparan, ketika kepompong telah melunak, mereka menggunakan cakar tajam mereka untuk merobek kepompong dan keluar dari sana. Setelah mereka keluar, mereka akan memulai proses pengembangan, pengerasan dan pengeringan sayap mereka dan menyesuaikan diri dengan tubuh baru mereka. Proses ini dapat berlangsung beberapa jam dan saat ini adalah saat ketika kupu-kupu sangat rentan karena mereka tidak dapat terbang dan sama sekali tidak memiliki bentuk pertahanan apa pun.

D.           Sistem Organ Lepidoptera
Sistem Organ
Keterangan
Sistem pernapasan
Organ pernapasan berupa trakea berspirakel yang terletak di kanan-kiri pada tiap ruas, sebagian larva bernapas dengan insang trakea pada bagian perutnya.
Sistem pencernaan makanan
Sistem pencernaan makanan pada beberapa jenis serangga terjadi di mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus dan anus (dubur). Makanan dicerna secara mekanis di lambung otot dan secara kimiawi di lambung kelenjar.
Sistem peredaran darah
Tipe sistem peredaran darahnya adalah terbuka (lakunair), tidak mempunyai pembuluh balik (vena). Darah tak mengandung hemoglobin (Hb) sehingga tidak mengangkut oksigen atau karbondioksida tetapi hanya berfungsi mengangkut makanan.
Sistem syaraf
Sistem syarafnya disebut tangga tali dengan penerima rangsangan berupa :a. mata faset (majemuk)b. antenac. alat pembuat suara (misalnya pada Orthoptera dan Hemiptera) dan alat pendengar.
d. alat yang menimbulkan cahaya (kunang-kunang)
Sistem ekskresi
Pengeluaran zat sisa melalui pembuluh Malpighi.
Sistem reproduksi
Insecta kadang-kadang mengalami partenogenesis maupun paedogenesis. Partenogenesis ialah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya lebah. Sedangkan paedogenesis ialah partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva, misalnya Diptera.Dalam perkembangan menuju dewasa, Insecta mengalami perubahan bentuk luar dan dalam dari fase telur ke tingkat dewasa yang disebut metamorfosis. Fertislisasinya internal, artinya pembuahan sel telur pleh spermatozoid berlangsung di dalam tubuh induk betina.

E.            Pembagian Famili dari Ordo Lepidoptera
Kupu-kupu aktif siang hari, sedangkan ngengat aktif malam hari.Bentuk alat mulut tipe mengisap, alat mulut berubah sedemikian rupa sehingga mulutnya menyerupai belalai yang disebut probosis.Ordo Lepidoptera dibagi menjadi dua subordo, yaitu subordo Yugatae dan subordo Frenatae.
Sub ordo Yugatae

Kedua sayap depan dan belakang dihubungkan dengan yugum. Yugum berbentuk seperti kait (tajuk) pada bagian dasar dari sayap depan dan menjorok ke bagian bawah sayap belakang. Dengan adanya yugum sayap depan dan belakang berlekatan satu sama lain sehingga pada waktu terbang bergerak bersama-sama.
Termasuk ke dalam sub ordo Yugatae adalah ngengat primitif, misalnya dari Familia Micropterygidae
Micropterygidae
 imagonya bertipe mengigit dan hal ini merupakan penyimpangan dari tipe alat mulut Lepidoptera pada umumnya. Jenis-jenis dari Yugatae tidak banyak menjadi hama.
Di Indonesia ada satu Familia yang merupakan hama yaitu Familia Hepiadidae, dimana ulatnya itu sebagai penggerek akar dan bulu-bulu akar. Di Jawa ada satu genus Phassus yang terdapat pada pohon kina, teh, coklat, dan singkong.




Sub ordo Frenatae
Anggota-anggota sub ordo Frenatae memiliki organ yang disebut frenulum. Frenulum adalah sekelompok rambut kasar yang menjulur ke depan pada pangkalsayap belakang di bagian depannya.
1.      Familia Cossidae
Ulat dari Familia ini merupakan penggerek batang dan cabang pada bermacam-macam tanaman. Contoh, Cossus subfuscus, penggerek pada kulit sekunder dari pohon petai dan Phragmatoccia parvipunata, penggerek pada tebu. Contoh :
             Acossus centerensis             Prionoxystus robiniae

2.      Familia Plutellidae
Plutella xylostella, ulat berwarna hijau, makan bagian bawah daun dari tanaman kubis dan bekas serangannya pada daun kubis kelihatan seperti jendela putih yang tak teratur.
Plutella xylostella
3.      Familia Pyralidae
Schoenobius bifunctife, penggerek kuning batang padi biasanya dikenal dengan nama hama Sundep/Beluk. Scirpophaga innotata, penggerek putih batang padi.
 Scirpophaga innotata

4.      Familia Zygaenidae
Ukuran ulatnya kecil, kerap kali warnanya mencolok. Pada badan terdapat bintik-bintik , menyukai daun yang pertumbuhannya telah selesai dan kaku. Biasa hidup pada pohon-pohon tinggi yang termasuk monokotil (kelapa dan bamboo).Contoh, Artona cartoxantha

5.      Familia Psychidae
Ulat membuat kntung untuk berlindung.Seluruh tubuh ulat terbungkus atau terlindung dalam kantung. Untuk aktivitas hidupnya hanya mengeluarkan kepala dari bagian depan dan toraks yang dikeluarkan.
Contoh,

Mahasena corbetti.


6.      Familia Geometridae
Kupu-kupu anggota Familia Geometridae terkenal dengan ulatnya yang disebut ulat kian (ulat jengkal).Ulat ini memiliki ciri khas yaitu proleg dan bagian tengah tidak ada.Contoh,
Alsophila pometaria.

7.      Familia Bombycidae
Kupu-kupu anggota Bombycidae, mempunyai rumah kepompong berwarna putih yang merupakan bahan mentah dari sutera.Ulat memiliki ciri pada ujung abdomennya ada semacam ‘tanduk’. Contoh:
Bombyx mori.

8.      Familia Saturniidae
Merupakan kupu-kupu berukuran besar. Ulat sutra di India termasuk familia ini.Ada jenis ulat yang bisa mengunduli pohon. Kepompongnya punya rumah kepompong.Contoh: Attacua atlas (Kupu-kupu Si Ramarama/ Kupu-kupu Gajah). Pada waktu senja hari suka masuk rumah karena tertarik cahaya lampu.Ulatnya besar sampai 15 cm panjangnya. Contoh lain: Cricula trifenestrata (Kupu-kupu Kenari).


9.      Familia Sphingidae
Ulatnya mudah dikenal karena pada ujung abdomen terdapat embelan berupa tanduk.Ada beberapa jenis yang membentuk kepompong secara khas dimana kepala punya belalai. Bentuk dewasa mempunyai ciri khas bagian depan lancip (sempit) dan panjang, badan streamline. Bentuk seperti pesawat jet dengan sayap berbentuk segitiga.Kupu-kupu Sphingidae dapat terbang dengan cepat.

10.  Familia Nymphalidae
Kaki depan sangat terreduksi, tanpa cakar. Sebagian dimasukkan Familia Danaidae. Nama umum dari familia ini merujuk pada fakta bahwa tungkai-tungkai depan sangat menyusut dan tidak ada cakar
dan hanya tungkai-tungkai tengah dan belakang yang dipakai untuk berjalan. Familia Nymphalidae terdiri atas sembilan subfamilia. Salah satu contoh anggota familia Nymphalidae adalah
Melanitis leda L
Klasifikasi:
Kelas                     : Insekta
Sub kelas               : Pterygota
Ordo                      : Lepidoptera
Sub ordo               : Rhopalocera
Famili                    : Nymphalidae
Sub Famili             : Satyrinae
Genus                    : Melanitis
Spesies                  : Melanitis leda L
Deskripsi:
Melanitis leda L memiliki sayap yang berwarna hitam agak kecoklatan. Pada sayap depan terdapat spot atau bintik mata berwarna putih yang dikelilingi oleh spot warna hitam dan coklat. Tepi sayap depan tidak teratur. Pada sayap belakang mendekati ujungnya terdapat spot atau bintik mata kecil berwarna putih. Pada bagian tepi sayap belakang terdapat tonjolan dan pada ujung tepi sayap berlekuk.
Antenna berwarna coklat, ujungnya membesar berwarna hitam, kepala dan perut berwarna hitam sedangkan dada (thorax) berwarna coklat. Melanitis leda ini memiliki bentangan sayap ± 7,5 cm.
Abdomen (perut) tersusun atas sepuluh segmen, satu segmen mengalami reduksi. Bagian ini tidak memiliki appendages. Segmen ketujuh dan kedelapan suatu saat mengalami modifikasi dan berhubungan dengan genetalia. Pada kupu-kupu betina, di bagian segmen terminal abdomen dijumpai aedeagus (Intermasa, 1986:16). p align=”center” /pp p
11.  Familia Pieridae
Merupakan kupu-kupu putih dan kuning dan kupu-kupu ini biasanya menarik perhatikan karena terbang dalam kelompok dan berjumlah banyak. Contoh, Catopsilia Pomona F
Klasifikasi:
Kelas                     : Insekta
Sub kelas               : Pterygota
Ordo                      : Lepidoptera
Sub ordo               : Rhopalocera
Famili                    : Pieridae
Sub Famili             : Coliadinae
Genus                    : Catopsilia
Spesies                  : Catopsilia Pomona F
Deskripsi:
Catopsilia pomona F dimasukkan ke dalam sub famili Coliadinae karena memiliki warna kuning lemon di sayap bagian bawah, sedangkan sayap bagian atas berwarna putih sedikit kehijauan dan sedikit warna hitam pada tepi atas sayap bagian depan. Kupu-kupu ini secara keseluruhan berwarna lemon.
Catopsilia Pomona F memiliki setidaknya 6 ‘bentuk’ yang berbeda. Bentuk “crocale” dengan antena hitam pada bagian atas atau bentuk “Pomona” dengan antena merah pada bagian atas. Pada jantan terdapat warna hitam tipis menandai sisi atas sayap depan, dan tanpa tanda di sisi bawah. Kupu-kupu ini memiliki bentangan sayap 8 cm. Antena dan mata berwarna coklat, kepala, dada, dan perut pada sisi atas berwarna hitam. Sedangkan pada sisi bawah berwarna putih. Kupu-kupu ini cepat sewaktu terbang, dan merupakan penerbang yang kuat.
12.  Familia Hesperidae
Ulat dan kupu-kupu mempunyai bentuk khas. Ulat berbentuk langsung, Bentuk dewasa berupa kupu-kupu berbadan pendek, kepala lebar, antena bentuk khas dimana ujungnya menebal, membengkok dan meruncing. Kupu-kupu berwarna sawo matang dan kuning mas dan pada sayap terdapat jendela. Aktif sore hari, terbang zig-zag sehingga disebut skippers. Penyebaran di daerah tropis. Contoh: Pelopidas thrax. Ulat hidup dalam gulungan daun pisang

13. Familia Papilionidae

Kupu-kupu Familia Papilionidae terkenal dengan ukurannya yang besar, indah warnanya dan adanya polimorfi (bentuk morfologi yang bermacam-macam). Ulat pendek gemuk dan menempel pada
daun. Contoh,
          Papilio memnon                      Papilio cresphontes.



14.  Familia Danaidae

Ulat dan anggota Danaidae punya tonjolan berupa tentakel tetapi tak berambut. Kepompong berwarna hijau, mengkilap keemas-emasan. Tidak memiliki kokon. Kupu-kupu dewasa mempunyai kelenjar bau. Kaki depan sangat kecil tanpa cakar dan tidak digunakan untuk berjalan. Contoh,
Danaus plexippus




F.            Peranan Lepidoptera dalam Kehidupan
Kupu-kupu dan ngengat dikenal sebagai serangga penyerbuk tanaman, yang membantu bunga-bunga berkembang menjadi buah. Sehingga bagi petani, dan orang pada umumnya, kupu-kupu ini sangat bermanfaat untuk membantu jalannya penyerbukan tanaman.
Pada pihak yang lain, berjenis-jenis ulat diketahui sebagai hama yang rakus. Bukan hanya tanaman semusim yang dimangsanya, namun juga pohonbuah-buahan dan pohon pada umumnya dapat habis digunduli daunnya oleh hama ulat dalam waktu yang relatif singkat. Banyak jenis hama ulat, terutama dari jenis-jenis ngengat yang menjadi hama pertanian yang serius.
Untuk memanfaatkan keindahan beberapa jenisnya, kini orang mengembangkan peternakan kupu-kupu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

semoga bermanfaat.... kalo ada yang salah,, mungkiin ada kritik dan sebagaiinya.. komenn aja, sebagai masukan. terima kasih.