Jumat, 02 November 2012

ARTIKEL ENTOMOLOGI (Homoptera, Neuroptera, Coleoptera)


ARTIKEL ENTOMOLOGI
ORDO HOMOPTERA, ORDO NEUROPTORA, ORDO COLEOPTERA

Disusun Oleh :
Aini Rizkiana 1005015068

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN 2012
A.    Pendahuluan

Serangga memiliki arti penting dalam ekosistem kita. Serangga dapat menjaga aerasi tanah, menyerbukan bunga, mengendalikan serangga-hama dan juga sebagai hama tanaman; serangga juga mampu menguraikan bahan organik, sehingga mengembalikan unsur hara ke dalam tanah. Sepuluh tahun yang lalu terdapat sekitar 750.000 spesies serangga. Saat ini, jumlahnya telah melebihi 1.000.000. Dan menurut sebuah artikel baru-baru ini, Scientific American, ahli entomologi memperkirakan bahwa ada kemungkinan lebih dari delapan juta spesies serangga di Bumi. Jika anda bandingkan dengan sekitar 4.809 spesies mamalia atau 1.500.000 species jamur, maka serangga memiliki populasi yang melebihi kelompok taksonomi hidup lainnya di Bumi.
Pada kesempatan kali ini akan dibahas tiga ordo serangga yaitu ordo homoptera, ordo neuroptera, dan ordo coleoptera.
B.     Abstrak
Homoptera “mirip sayap” adalah kelompok yang terdiri dari serangga makan tanaman.  Seperti Hemiptera, mereka memiliki mulut menusuk-mengisap dan metamorfosis bertahap.
Neuroptera berasal dari bahasa Yunani, Neure : urat dan ptera : sayap. Neuroptera dikenal dengan sebutan serangga sayap jala atau capung jarum karena tubuhnya yang mirip denga capung hanya saja lebih ramping. Nama itu diberikan karena semua serangga dalam ordo ini memiliki dua pasang sayap transparan dan berurat.
Ordo Coleoptera, yang berarti "sayap berlapis", dan berisi spesies yang sering dilukiskan di dalamnya dibanding dalam beberapa ordo lain dalam kerajaan binatang. Empat puluh persen dari seluruh spesies serangga adalah kumbang (sekitar 350,000 spesies), dan spesies baru masih sering ditemukan. Perkiraan memperkirkan total jumlah spesies, yang diuraikan dan tidak diuraikan, antara 5 dan 8 juta.
C.    Tujuan
-          Untuk lebih mengetahui tentang ordo serangga yang meliputi ordo homoptera, neuroptera, dan coleoptera.

D.    Pembahasan
1.      Ordo Homoptera
Homoptera “mirip sayap” adalah kelompok yang terdiri dari serangga makan tanaman.  Seperti Hemiptera, mereka memiliki mulut menusuk-mengisap dan metamorfosis bertahap. Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen, bisa keras semua atau membranus semua, sedang sayap belakang bersifat membranus. Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan rostumnya muncul dari bagian posterior kepala. Alat-alat tambahan baik pada kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera. Tipe metamorfose sederhana (paurometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Baik nimfa maupun dewasa umumnya dapat bertindak sebagai hama tanaman.
Dari sumber lain di sebutkan secara rinci mengenai ciri anggota ordo Homoptera .Ordo Homoptera adalah ordo klasifikasi dari kelas insecta yang didasarkan atas sayapnya. Ordo Homoptera mempunyai morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera.
-          Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen, bisa keras semua atau membranus semua, sedang sayap belakang bersifat membranus.
-          Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan rostumnya muncul dari bagian posterior kepala.
-          Alat-alat tambahan baik pada kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera.
-          Pada waktu istirahat sayap dilipat.
-          Termasuk Expterygota.
-          Tipe metamorfose tidak sempurna ( hemimetabola ) atau metamorfosis sederhana (paurometabola). Perkembangan metamorfosisnya yaitu : telur —> nimfa —> dewasa.
-          Baik nimfa maupun dewasa umumnya dapat bertindak sebagai hama tanaman.
Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan, seperti contoh:
·         Nilaparvata lugens (wereng)





·         Pediculus capitis (kutu kepala)
·         Aphis medicaginis (kutu daun)
·         Coccidae (kutu perisai)
·         Heteropsylla sp.(Kutu loncat)

2.      Ordo Neuroptera
Neuroptera berasal dari bahasa Yunani, Neure : urat dan ptera : sayap. Neuroptera dikenal dengan sebutan serangga sayap jala atau capung jarum karena tubuhnya yang mirip denga capung hanya saja lebih ramping. Nama itu diberikan karena semua serangga dalam ordo ini memiliki dua pasang sayap transparan dan berurat. Neuroptera adalah animalia yang termasuk ke dalam filum arthopoda dan di golongkan ke dalam kelas insecta. Neuroptera merupakan kelompok holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur,larva, pupa, dan imago. Spesies yang paling popular dari ordo neuroptera adalah undur-undur (Myrmeleon sp).
Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala)  memiliki ciri-ciri yaitu mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contoh: undur-undur – metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago).
Ciri-Ciri Umum Ordo Neuroptera
-          Serangga-serangga ini adalah serangga yang bertubuh lunak.
-          Ukuran tubuh sangat kecil sampai besar.
-          Antenna umumnya panjang dan terdiri dari banyak ruas.
-          Alat mulut pada larva penghisap atau penusuk dan pada dewasa penggigit.
-          Memiliki sayap 2 pasang, seperti selaput, sayap depan dan belakang hampir sama dalam bentuk dan susunan venanya dengan rangka sayap yang melintang dan cabang-cabang ekstra rangka sayap longitudinal. Sayap depan dan belakang biasanya diletakkan seperti atap diatas tubuh pada waktu istirahat.
-          Larva mempunyai rahang yang berkembang baik, digunakan untuk menangkap mangsa.
-          Bersayap jala.
-          Termasuk Endopterygota
-          Metamorfosisnya sempurna (telur – larva – pupa – imago)
-          Larva beberapa spesies akuatik dan memiliki insang.
-          Tipe alat mulut mandibulata.
-          Tarsi lima ruas dan tidak memiliki sersi.
-          Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum dan anus.
-          Sistem saraf tangga tali
-          Sistem pernafasan dengan sistem trachea.
-          Sistem peredaran darah terbuka.
-          Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.
-          Tempat hidup di air tawar dan darat.
Contoh hewan :
Klasifikasi Ilmiah Myrmeleon sp.
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Arthropoda
Classis             : Insecta
Ordo                : Neuroptera
Superfamily     : Myrmeleontidea
Familia            : Myrmeleontidae
Genus              : Myrmeleon
Species            : Myrmeleon sp (undur-undur)
Undur-undur adalah sebutan untuk kelompok serangga dari famili Myrmeleontidae (kadang-kadang salah dieja sebagai Myrmeleonidae). Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 2.000 spesies undur-undur dan mereka tersebar di seluruh dunia, terutama di wilayah bersuhu hangat dan berpasir.
Nama "undur-undur" diberikan pada hewan ini karena kebiasaan larvanya berjalan mundur saat menggali sarang jebakan di tanah. Di daerah Barat, hewan ini dikenal dengan nama antlion (semut singa). Nama itu diberikan karena kebiasaan larvanya yang memburu semut secara ganas dengan cara menggali jebakan di dalam tanah sehingga dianggap sebagai "singanya para semut .
Undur-undur memiliki nama famili Myrmeleontidae yang berasal dari bahasa Yunani myrmex ( semut ) dan leon (singa) sehingga nama Myrmeleontidae secara harfiah bisa diartikan "semut singa". Famili Myrmeleontidae sendiri termasuk ke dalam ordo Neuroptera yang dalam bahasa Yunani bisa diartikan sebagai "sayap jala" atau "sayap bn dan berurat Undur-uerurat". Nama itu diberikan karena semua serangga dalam ordo ini memiliki dua pasang sayap transparandur dewasa jarang terlihat di alam liar karena ia baru aktif keluar di sore hari dan bisa terlihat menggerombol di malam hari saat sedang mencari pasangan kawin. Mereka juga kadang-kadang dianggap sebagai gangguan bagi manusia karena jika hinggap pada seseorang, mereka bisa memberikan gigitan yang cukup menyakitkan walaupun tidak sampai membahayakan.

3.      Ordo Coleoptera
           
            Coleoptera berasala dari bahasa Latin coleos = perisai, pteron = sayap, berarti insekta bersayap perisai. Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain.
            Ordo Coleoptera, yang berarti "sayap berlapis", dan berisi spesies yang sering dilukiskan di dalamnya dibanding dalam beberapa ordo lain dalam kerajaan binatang. Empat puluh persen dari seluruh spesies serangga adalah kumbang (sekitar 350,000 spesies), dan spesies baru masih sering ditemukan. Perkiraan memperkirkan total jumlah spesies, yang diuraikan dan tidak diuraikan, antara 5 dan 8 juta.
            Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain.
            Sayap terdiri dari dua pasang. Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra.
            Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan.
            Alat mulut bertipe penggigit-pengunyah, umumnya mandibula berkembang dengan baik. Pada beberapa jenis, khususnya dari suku Curculionidae alat mulutnya terbentuk pada moncong yang terbentuk di depan kepala.
            Metamorfose bertipe sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong (pupa) —> dewasa (imago). Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda), namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda). Kepompong tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas/libera.

Beberapa contoh anggotanya adalah :
 - Kumbang badak (Oryctes rhinoceros L)
 - Kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestr)
E.     Kesimpulan
Homoptera “mirip sayap” adalah kelompok yang terdiri dari serangga makan tanaman.  Seperti Hemiptera, mereka memiliki mulut menusuk-mengisap dan metamorfosis bertahap. Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen, bisa keras semua atau membranus semua, sedang sayap belakang bersifat membranus. Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan rostumnya muncul dari bagian posterior kepala. Alat-alat tambahan baik pada kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera. Tipe metamorfose sederhana (paurometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Baik nimfa maupun dewasa umumnya dapat bertindak sebagai hama tanaman.
Neuroptera berasal dari bahasa Yunani, Neure : urat dan ptera : sayap. Neuroptera dikenal dengan sebutan serangga sayap jala atau capung jarum karena tubuhnya yang mirip denga capung hanya saja lebih ramping. Nama itu diberikan karena semua serangga dalam ordo ini memiliki dua pasang sayap transparan dan berurat. Neuroptera adalah animalia yang termasuk ke dalam filum arthopoda dan di golongkan ke dalam kelas insecta. Neuroptera merupakan kelompok holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur,larva, pupa, dan imago. Spesies yang paling popular dari ordo neuroptera adalah undur-undur (Myrmeleon sp).
Coleoptera berasala dari bahasa Latin coleos = perisai, pteron = sayap, berarti insekta bersayap perisai. Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain. Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain. Sayap terdiri dari dua pasang. Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra. Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan. Alat mulut bertipe penggigit-pengunyah, umumnya mandibula berkembang dengan baik. Pada beberapa jenis, khususnya dari suku Curculionidae alat mulutnya terbentuk pada moncong yang terbentuk di depan kepala. Metamorfose bertipe sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong (pupa) —> dewasa (imago). Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda), namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda). Kepompong tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas/libera.

F.     Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

semoga bermanfaat.... kalo ada yang salah,, mungkiin ada kritik dan sebagaiinya.. komenn aja, sebagai masukan. terima kasih.